Saturday, 12 September 2020

online

di-buka contact list
di-taip nama

biar appear ruang convo yang sudah dikosongkan setiap kali aku ke-surupan menunggu kau bermula

biar sampai ter-tulis online dibawah nama kau, disamping gambar, biar terus sampai hilang, biar sampai urusan aku terkemudian datang

ulang ulang sampai jelak

anehnya--
tak ter-jelakkan

padahal tahu sangat doa yang tak terjawab ber-erti aku diselamatkan lagi dari kehancuran

padahal tahu sangat kalau dicari pun cuma teman semalaman di-ranjangan tapi entah-

kalaulah hati ni boleh disuruh suruh berhenti mengharap, berhenti rasa istimewa untuk belaian sesejam dua

kalaulah
kalaulah kau peduli
kalaulah aku bukan setakat kesalahan persinggahan hidup kau

kalaulah kegirangan kami itu tak di-muatnaik, tak ditatap, tak di-apa apa
pasti tenang itu masih terasa hangat-nya membelengu

betullah sederhana itu lebih bahagia