di-taip nama
biar appear ruang convo yang sudah dikosongkan setiap kali aku ke-surupan menunggu kau bermula
biar sampai ter-tulis online dibawah nama kau, disamping gambar, biar terus sampai hilang, biar sampai urusan aku terkemudian datang
ulang ulang sampai jelak
anehnya--
tak ter-jelakkan
padahal tahu sangat doa yang tak terjawab ber-erti aku diselamatkan lagi dari kehancuran
padahal tahu sangat kalau dicari pun cuma teman semalaman di-ranjangan tapi entah-
kalaulah hati ni boleh disuruh suruh berhenti mengharap, berhenti rasa istimewa untuk belaian sesejam dua
kalaulah
kalaulah kau peduli
kalaulah aku bukan setakat kesalahan persinggahan hidup kau
kalaulah kegirangan kami itu tak di-muatnaik, tak ditatap, tak di-apa apa
pasti tenang itu masih terasa hangat-nya membelengu
betullah sederhana itu lebih bahagia